Sejarah & Filosofi

Menumbuhkan Generasi yang Beriman, Berilmu, dan Mampu Berpikir.

Sebuah perjalanan pendidikan yang berakar pada nilai, terbuka terhadap ilmu, menghargai pemikiran, dan terus bergerak menuju masa depan.

Sejak 1998 Kota Batu Pendidikan Islam Al-Irsyad Al-Islamiyyah
Sebuah Perjalanan

Pendidikan yang tumbuh bersama zaman.

SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu merupakan lembaga pendidikan dasar yang tumbuh dari semangat untuk menghadirkan pendidikan Islam yang memadukan keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak, dan kemampuan berpikir.

Berdiri dan berkembang di Kota Batu sejak tahun 1998, sekolah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah dalam memberikan kontribusi bagi pendidikan umat dan masyarakat.

Semangat tersebut memiliki akar sejarah yang panjang. Salah satu tokoh penting dalam perjalanan Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah Syekh Ahmad Surkati, seorang ulama dan pendidik yang dikenal sebagai salah satu pelopor pembaruan pendidikan Islam di Indonesia.

“

Pendidikan bukan hanya tentang apa yang anak ketahui, tetapi tentang bagaimana ilmu membentuk cara mereka memahami kehidupan.

Akar Pemikiran

Syekh Ahmad Surkati

Tokoh penting dalam perjalanan pembaruan pendidikan Islam di Indonesia dan salah satu sosok yang memberikan fondasi pemikiran bagi tradisi pendidikan Al-Irsyad.

Syekh Ahmad Surkati

± 1874/1875 — 1943

Ulama dan pendidik asal Sudan yang memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan pembaruan pendidikan Islam di Indonesia.

Syekh Ahmad Surkati lahir di Sudan sekitar tahun 1874/1875. Sejak muda, ia memiliki perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan. Perjalanan intelektualnya membawanya belajar di Madinah dan Makkah, tempat ia memperdalam berbagai cabang ilmu keislaman dan bahasa Arab.

Pada tahun 1911, Syekh Ahmad Surkati datang ke Indonesia atas permintaan Jami'at Khair untuk mengajar dan mengembangkan pendidikan. Kemampuannya sebagai seorang ulama dan pendidik kemudian memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan Islam pada masa tersebut.

Pemikiran dan sikapnya dalam pendidikan mendorong lahirnya sebuah tradisi pembaruan. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga sebagai jalan untuk membangun manusia yang memiliki ilmu, akhlak, kemampuan berpikir, dan kesadaran terhadap kehidupan.

Pada tanggal 6 September 1914, Syekh Ahmad Surkati bersama sejumlah sahabat mendirikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Jakarta. Pendidikan menjadi salah satu bidang penting dalam gerakan tersebut.

Bagi Syekh Ahmad Surkati, ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Ia mendorong umat untuk belajar, memahami ajaran agama dengan dasar ilmu, serta menggunakan akal secara bertanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan manusia dan tidak menjadikan keturunan atau status sosial sebagai ukuran kemuliaan seseorang.

Semangat inilah yang kemudian menjadi bagian dari karakter pendidikan Al-Irsyad: pendidikan yang berlandaskan Islam, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, mendorong pemikiran, dan membangun manusia yang memiliki akhlak serta manfaat bagi masyarakat.

Jejak Perjalanan

Dari gagasan pembaruan menuju Kota Batu.

Perjalanan pendidikan Al-Irsyad kemudian hadir dalam kehidupan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kota Batu.

1911

Syekh Ahmad Surkati Datang ke Indonesia

Syekh Ahmad Surkati datang ke Indonesia atas permintaan Jami'at Khair untuk mengajar dan mengembangkan pendidikan.

1914

Al-Irsyad Al-Islamiyyah

Pada 6 September 1914, Syekh Ahmad Surkati bersama sejumlah sahabat mendirikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Jakarta.

1998

Mulai Dirintis di Kota Batu

SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu mulai dirintis sebagai ikhtiar menghadirkan pendidikan dasar Islam bagi generasi muda.

1999

Penguatan Legalitas

Perjalanan sekolah memperoleh penguatan melalui legalitas pendirian sekolah pada tahun 1999.

Kini

Terus Tumbuh dan Berkembang

Sekolah terus menjaga nilai-nilai fondasinya sembari membuka diri terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan kebutuhan pendidikan masa depan.

Filosofi Pendidikan

Pendidikan sebagai proses menumbuhkan manusia.

Anak bukan sekadar peserta didik yang harus mencapai nilai tertentu. Setiap anak memiliki karakter, rasa ingin tahu, minat, bakat, dan potensi yang berbeda.

Belajar melalui pengalaman

Anak diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba, berdiskusi, berkarya, bekerja sama, melakukan kesalahan, memperbaikinya, dan menemukan sesuatu melalui pengalaman.

Mengetahui dan memahami

Pengetahuan tidak berhenti pada hafalan, tetapi diharapkan berkembang menjadi pemahaman yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan kehidupan.

Iman dan ilmu

Keislaman menjadi fondasi dalam membentuk cara pandang dan akhlak, sementara ilmu pengetahuan menjadi bekal untuk memahami dunia dan menghadapi perubahan.

Ruang untuk berpikir

Anak didorong untuk memiliki rasa ingin tahu, berani bertanya, mendengarkan pendapat orang lain, menyampaikan gagasan, dan belajar membedakan informasi, pendapat, serta pengetahuan.

Nilai yang Dijaga

Lima nilai yang menjadi arah perjalanan.

Pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan anak yang mengetahui banyak hal, tetapi manusia yang memiliki karakter dan mampu memberikan manfaat.

01

Beriman

Menjadikan nilai keislaman sebagai fondasi dalam memandang dan menjalani kehidupan.

02

Berilmu

Mencintai ilmu dan terus belajar untuk memahami dunia dengan lebih baik.

03

Berpikir

Berani bertanya, memahami, menalar, dan menggunakan akal secara bertanggung jawab.

04

Berakhlak

Menghargai sesama dan menjadikan akhlak sebagai bagian penting dari pendidikan.

05

Bermanfaat

Menggunakan ilmu, kemampuan, dan kesempatan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.

Belajar dari Kehidupan

Pendidikan yang dekat dengan dunia anak.

Sekolah tidak ingin menjadikan pembelajaran sebagai sesuatu yang hanya berlangsung di dalam buku dan ruang kelas.

Lingkungan

Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar dan tempat anak memahami kehidupan secara nyata.

Literasi

Membaca menjadi jalan untuk memperluas wawasan, memahami lingkungan, dan mengenal dunia.

Olahraga

Olahraga menjadi ruang untuk membangun disiplin, kerja sama, keberanian, dan sportivitas.

Keagamaan

Kegiatan keagamaan menjadi bagian dari proses membangun kedekatan spiritual dan akhlak anak.

“Anak tidak hanya belajar untuk mengetahui, tetapi juga belajar untuk memahami.”
Semangat pendidikan SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu
Masa Lalu & Masa Depan

Dari masa lalu menuju masa depan.

Perjalanan SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu merupakan bagian dari perjalanan yang lebih panjang. Gagasan pendidikan yang diperjuangkan Syekh Ahmad Surkati pada awal abad ke-20 terus menemukan relevansinya dalam dunia pendidikan yang selalu berubah.

Hari ini, anak-anak tumbuh di tengah teknologi digital, arus informasi yang sangat cepat, perkembangan kecerdasan buatan, dan perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat.

Namun kebutuhan dasarnya tetap sama: anak membutuhkan ilmu, akhlak, teladan, kemampuan berpikir, dan lingkungan yang memberikan ruang untuk tumbuh.

“

Menjaga nilai-nilai yang menjadi fondasi, sambil membuka diri terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan kebutuhan pendidikan masa depan.

Sebuah Perjalanan yang Terus Berlanjut

Pendidikan yang berakar pada nilai, terbuka terhadap ilmu, dan mengarah kepada masa depan.

Sejak mulai dirintis di Kota Batu pada tahun 1998, SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan banyak generasi. Sejarah sekolah bukan hanya tentang kapan sekolah berdiri atau bagaimana sekolah berkembang, tetapi tentang nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Beriman Berilmu Berpikir Berakhlak Bermanfaat
SD PLUS AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH KOTA BATU