Program Mengaji dengan metode Tartili dan Tahfidz Al-Qur'an sebagai bagian dari perjalanan pendidikan untuk membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur'an, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap ilmu.
Pendidikan Al-Qur'an di SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu dirancang sebagai bagian dari perjalanan pembentukan karakter anak.
Anak belajar membaca Al-Qur'an dengan baik melalui metode Tartili, kemudian mendapatkan kesempatan untuk menghafal ayat dan surah melalui program Tahfidz Al-Qur'an.
Lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menghafal, proses tersebut diharapkan menumbuhkan kedekatan anak dengan Al-Qur'an sehingga nilai-nilainya dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Membaca • Menghafal • Memahami • Mengamalkan
Kemampuan membaca menjadi fondasi, sementara hafalan menjadi salah satu cara untuk semakin dekat dengan ayat-ayat Al-Qur'an.
Pembelajaran membaca Al-Qur'an dengan perhatian terhadap ketepatan bacaan, kelancaran, makhraj, dan penerapan kaidah membaca Al-Qur'an secara bertahap.
Program menghafal Al-Qur'an yang dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kemampuan anak, pengulangan hafalan, kelancaran, dan pembiasaan menjaga hafalan.
Proses belajar disusun agar anak mendapatkan fondasi membaca Al-Qur'an secara bertahap sesuai dengan perkembangan kemampuannya.
Mengenal huruf, harakat, rangkaian bacaan, dan membangun keberanian untuk membaca.
Anak dibimbing memperhatikan tempat keluarnya huruf dan ketepatan pengucapan.
Bacaan dilatih agar semakin lancar dengan pengulangan dan pendampingan.
Anak dibiasakan membaca dengan lebih tenang, teratur, dan memperhatikan kaidah bacaan.
Membaca tidak berhenti pada kelancaran, tetapi mulai diarahkan kepada kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Qur'an.
Membentuk kebiasaan agar membaca Al-Qur'an menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Masa sekolah dasar merupakan masa ketika anak sedang membangun banyak kebiasaan. Apa yang mereka lakukan berulang kali akan menjadi bagian dari pengalaman dan karakter mereka.
Karena itu, mengenalkan Al-Qur'an sejak dini bukan hanya tentang mengejar kemampuan membaca atau jumlah hafalan. Yang tidak kalah penting adalah membangun hubungan yang baik antara anak dan Al-Qur'an.
Melalui kegiatan mengaji, anak belajar untuk meluangkan waktu, mendengarkan, memperhatikan, mengulang, dan berusaha memperbaiki kesalahan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dapat membantu membangun kesabaran dan kedisiplinan.
Dalam program Tartili, anak dibimbing untuk memperbaiki bacaan secara bertahap. Sementara dalam Tahfidz, anak belajar menjaga hafalan melalui pengulangan atau murajaah.
Proses tersebut membutuhkan waktu. Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, pendampingan dilakukan dengan memperhatikan kemampuan dan perkembangan masing-masing anak.
Pada akhirnya, tujuan pendidikan Al-Qur'an bukan sekadar menghasilkan anak yang dapat membaca atau menghafal banyak ayat. Lebih jauh, pendidikan diharapkan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki iman, akhlak, kedisiplinan, kecintaan terhadap ilmu, dan kedekatan dengan Al-Qur'an.
Membaca Al-Qur'an dengan tartil menjadi bagian dari semangat pembelajaran untuk membangun hubungan yang baik dan penuh perhatian terhadap Al-Qur'an.
Hafalan bukan perlombaan. Setiap ayat yang dihafalkan adalah proses yang membutuhkan pengulangan, kesabaran, dan pendampingan.
Memastikan bacaan ayat dipahami dan dibaca dengan baik sebelum dihafalkan.
Mengulang ayat secara bertahap sesuai kemampuan anak.
Hafalan disampaikan kepada pendamping untuk mendapatkan evaluasi dan arahan.
Hafalan lama diulang kembali agar tetap terjaga dan semakin kuat.
Membiasakan anak menyediakan waktu untuk membaca dan mengulang hafalan.
Belajar memahami bahwa kemampuan berkembang melalui proses dan pengulangan.
Menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai bagian dari kehidupan anak.
Menumbuhkan rasa senang dan dekat dengan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, dan setiap nilai yang diamalkan menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya seorang anak.”Program Al-Qur'an — SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu
Melalui Tartili dan Tahfidz Al-Qur'an, sekolah berusaha memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berlatih, mengulang, dan membangun kebiasaan dekat dengan Al-Qur'an.